Chester Bennington dan Depresi



Hari ini topik Chester Bennington lagi hits wara-wiri di mana-mana. Bukan kabar bahagia yang beredar, tapi kabar sedih karena si vokalis Linkin Park ini ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya..
Pas baca kabar ini, saya kebayang anak-anaknya… Saya kebayang istri yang ditinggalkannya…

Kalau si Chester nya mungkin udah “bebas” dari penderitaan, tapi anak istrinya pasti terbelit kedukaan sepanjang hidup mereka…

Dari beberapa website yang mengupas kehidupannya si Chester ini diketahui punya masa kecil yang buruk banget.. Dilecehkan dan mengalami perceraian… Hal-hal buruk akan mengakibatkan hal buruk lagi, ya?

Huffffttt banget deh...

Jadi inget saya pernah kepikiran, generasi saya, kami para emak-emak milenial ini adalah generasi yang diminta secara tidak langsung menjadi pemaaf.. Kami belajar memaafkan orang tua kami sebab kami ingin membesarkan anak-anak kami dengan cara terbaik..

Coba liat aja facebook para emak-emak, salah satu topik yang hits adalah tentang “inner child”. Inner child dituding jadi salah satu penyebab habbit parenting yang buruk..

Ya ga salah sih,, siapa yang dimarahi di masa kecilnya akan punya kencenderungan memarahi saat dia dewasa kelak.. Siapa yang dibesarkan dengan gaya parenting super kaku akan punya kecenderungan ga fleksibel dan keras terhadap diri sendiri dan orang lain..

Yah… Banyak hal-hal yang terjadi di masa kecil kita…

Ada yang bagus-bagus dan ada yang buruk-buruk… Kita ga bisa minta dilahirkan seperti apa dan di keluarga siapa..

Ada yang bahagia-bahagia..Ada yang harus melihat ayahnya tidak bertanggung jawab..Ada yang harus melihat ibunya berlelah-lelah menghidupi anak-anaknya..Ada yang harus melihat ibunya meninggal dunia karena penyakit…Ada yang harus berpindah-pindah karena ayah ibunya bercerai lalu menikah berkali-kali dengan orang-orang berbeda…Ada yang harus diasuh oleh nenek…

Ah, Sungguh inner child itu nyata adanya..

Dan buat sebagian orang, inner child itu mengendap…Membentuk alam bawah sadar…Lalu menciptakan imaji-imaji berbahaya seperti yang mungkin dirasakan oleh orang-orang seperti Chester Bennington..

Padahal kalau mau dilihat dari kacamata duniawi, apasih kurangnya si Chester? Duit segepok, muka lumayan, suara cakep, karir masih ada, tapi depresi itu membludak, melilit pelan-pelan, seperti penyakit yang makin lama makin membunuh…

Maka, sangatlah indah anjuran dalam agama Islam ini… Kita dianjurkan untuk memaafkan… Alih-alih meminta maaf, tetapi kita dianjurkan untuk memaafkan…

Maafkan orang tua kita yang mungkin abai terhadap kehidupan kita di masa kecil..

Maafkan orang tua kita yang tidak bertanggung jawab terhadap peran-perannya…

Maafkan orang-orang jahat yang berbuat hal-hal buruk terhadap kita di masa lalu..

Karena maaf, adalah pilihan kita… Mereka yang menyakiti mungkin bisa mengambil kebahagiaan kita sementara..

Tetapi memaafkan akan memberikan ketenangan abadi buat jiwa-jiwa yang merindu kedamaian…

Ah, Islam itu memang indah… Memaafkan lebih sulit dan berliku dibandingkan meminta maaf…

Meminta maaf bisa saja menipu, hanya ucapan, tetapi memaafkan, sekalipun kita ingin menipu orang lain dengan memberi maaf secara lip service saja tetapi pasti ada emosi yang terlihat banget di wajah dan pikiran kita yang menyebabkan kita ingin muntah cepat-cepat karena emosi kesedihan yang merebak secara tiba-tiba jika kita tidak tulus saat memaafkan…..

Maka, indah betul ajaran Rasulullah yang tidak pernah mengutuki masa kecilnya yang juga sebenarnya sarat kesedihan….Rasulullah yang dibesarkan oleh paman dan kakeknya…

Tidak pernah sekalipun mengutuki nasib dan ketiadaan figur ayah bunda pada masa kecilnya…

Memaafkan adalah sebuah kelegaan bagi jiwa-jiwa yang ingin melanjutkan hidup dengan tenang…

Memaafkan adalah sebuah tekad membaja dari alam emosi serta sebentuk upaya untuk mengendalikan amarah sendiri atas takdir yang telah Allah tetapkan…

Memaafkan adalah sebentuk perjuangan dalam meniti kehidupan ini dengan seyakin-yakinnya sabar…bahwa setiap perbuatan kelak akan dipertanggungjawabkan dan dibalas di hadapan Allah…

Bukannya kita tidak berhak untuk sakit hati....

Kita boleh bersedih tetapi segeralah merangkak keluar dari lubang kesedihan itu….Bertemulah dengan orang-orang lain yang memiliki pengalaman serupa… Temuilah orang-orang yang mencintaimu… Atau berikanlah kebahagiaan buat orang lain...

Terdengar klise, tapi selama kita masih diberikan pilihan untuk memaafkan maka maafkanlah seluruh peristiwa yang membuat masa lalu kita menjadi kelam…

Peluk, dan terima kehidupan seutuhnya… Doa selalu berbuah manis… Doa , doa, dan doa, doakan masa depanmu banyak-banyak..

Sebab bisa jadi masa lalu mu kelam, tetapi masa depanmu selalu cerah sebab Allah yang menjaminnya..

:’)

Ini kenapa kesana-kemari yak hahaha..Bermula dari kasus bunuh diri Chester Bennington jadi ceramah Mamah Deya yak. Wkwkwk..

Abis saya jadi inget masa-masa abis melahirkan Ksatria.. Kayanya sih saya waktu itu juga kena depresi.. Soalnya sampai menulis surat untuk minggat meninggalkan Ksatria yang masih berusia 2 bulan…

Dan gambaran minggat itu sangat jelas terulang setiap harinya di kepala saya..

Ah, Dea....

Alhamdulilah Allah menyelamatkan saya dari memilih keputusan yang salah di waktu itu.. Saya bercerita dan meminta pertolongan kepada Allah dan suami saya…

Saya mengupayakan kesembuhan dengan bertemu banyak orang, banyak menulis, bercerita kepada suami setiap gambaran minggat itu hadir, dan banyak lagi hal-hal lain…

Saya mengajak kepada siapa saja yang sedang mengalami kesedihan, depresi, dan hal-hal semacam itu, temuilah orang yang kamu benar-benar percayai, ceritakanlah seluruh kisah rumit yang membelit hari-harimu…

Ceritakanlah pikiran-pikiran aneh yang berkelindan di dalam kepalamu setiap hari…

Semoga Allah menuntunmu, karena saya yakin sekali dalam setiap masa depresi yang kelam pasti akan ada pertolongan dari Allah yang kasat mata yang seringnya tidak kita sadari telah datang untuk menolong kita…

:’)

Depok, 21 Juli 2017, mengenang kembali masa-masa berat setiap menghadapi pagi hari saat bangun tidur,

-Emaknya Ksatria & Senapati-




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Chester Bennington dan Depresi"

Comment