Berburu Bidan



Haiya, judulnya sesuatu sekali ya? Tapi memang itulah yang terjadi. Saya dan suami lagi berburu bidan. Hehe.


Ceritanya saya berhasil meyakinkan suami untuk cari provider tenaga kesehatan berupa seorang Bidan buat menangani kelahiran Ksatria nanti. Bukan gak percaya sama DSOG alias dokter kandungan. 


Tapi kalau untuk persalinan saya mau cari orang yang bisa gak cuma bantu saya melahirkan tapi “membimbing”... To guide me.. Dan saya yakin seorang Bidan akan lebih mampu membimbing dalam artian LEBIH NGEMONG daripada DSOG. Hihi. Maklum ya pengalaman melahirkan anak pertama. Saya mau cari kondisi yang ternyaman menurut saya.. Memang siiih kalo selama ini saya periksanya ke DSOG kok. Tenang, tenang.



Untuk Bidan, saya juga awalnya pengen banget ke Bidan Erie Marjoko.. Liat dari facebook-nya kok ya saya kayanya sreg sama beliau. Hihi. Saya punya prinsip cari provider buat melahirkan bener-bener harus yang nyaman dan bisa memahami kita banget.. Saya secara pribadi mau banget 3 hal ini ada dalam persalinan saya :



1. Saya bisa gerak semau dan sebebas saya

2. Saya bisa ber-empat doang sama suami, mamah, dan bidan

3. Saya mau IMD dan Penundaan pemotongan talpus (tali pusat)

**Bisa waterbirth adalah sebuah bonus

**Bisa lotusbirth adalah sebuah bonus



Buat saya pribadi, melahirkan adalah semacam urusan maha penting yang memang harus dipersiapkan.. Kalo kata suami saya mah kita wajib ber-ikhtiar apa kemauan kita alias doi mendukung-mendukung aje. 


Hore!!



Baca sana-sini di Grup Gentle Birth Indonesia membuat saya sedikit banyak jadi makin pengen berburu bidan yang sreg di hati. Ngomong-ngomong tetangga samping kontrakan anaknya 3 tahun lalu dilahirkan di seorang bidan..



Namanya Bidan Ketut, lokasinya deket sama kontrakan kami di Kukusan.. Tadi malam diantar oleh Mas Ian, nama tetangga kami yang baik hati itu, suami saya survey ke lokasinya Bidan Ketut. Saya ga ikut. Karena selain udah malam, kami memang niat periksa baru besok hari Sabtu.



Sepulang dari Bu Bidan Ketut, suami saya berseri-seri. Paras wajahnya senang. Katanya Bu Bidan Ketut adalah seorang yang membuat hatinya nyaman. Sekarang sudah pensiun tapi masih praktek di rumahnya. Bu Bidan Ketut mau mengobrol dengan sauami saya walau suami menyatakan baru survey lokasi.. Dan menurut suami saya, suasana klinik Bu Bidan Ketut itu sangat cozy dan menenangkan..  



Oya informasi tambahan, Bu Bidan ini adalah seorang Muslimah dari Bali. Alhamdulillah. Alhamdulillah Alhamdulillah...Sepertinya saya dan suami telah menemukan seorang bidan yang sreg di hati.



Bu Bidan Ketut, besok kita ketemu yah, saya dan Ksatria juga kayaknya kok udah sreg ya sama anda walau baru dengar dari cerita suami. Hehe.


See you soon bubid yang menurut suami saya mirip Ibu Robin Lim! Can’t wait for tomorrow :)



*Ibu Robin Lim = salah seorang pionir Gentle Birth, pemilik Klinik Bumi Sehat di Ubud, Bali



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Berburu Bidan"

Comment